Presiden Donald Trump berpidato di Forum Investasi Saudi di Kennedy Center di Washington, DC, AS. (JL/Evan Vucci/AP)
Dampak bagi Warga yang Sudah Tinggal di AS
Menurut laporan Aljazeera, belum ada kejelasan penuh. Namun, laporan sebelumnya menyebut bahwa mereka mungkin sulit bertemu keluarga di luar negeri.
Kemudian, pemrosesan visa dari negara terlarang biasanya menjadi lebih lambat dan lebih ketat.
Para ahli mengatakan, meskipun seseorang sudah tinggal di AS, pemerintah masih dapat mengaudit dokumen imigrasi mereka.
Tetapi, pencabutan kartu hijau wajib melalui proses hukum yang ketat.
Langkah Imigrasi Lain dari Trump Tahun Ini
Sejak kembali menjabat, Trump telah mengambil banyak kebijakan pembatasan, antara lain:
- Membekukan penerimaan pengungsi pada Januari.
- Menurunkan kuota pengungsi menjadi hanya 7.500 orang untuk tahun fiskal 2026.
- Meninjau ulang 233.000 pengungsi yang masuk pada era Biden.
- Memotong bantuan luar negeri untuk pengungsi.
- Menaikkan biaya visa H-1B menjadi $100.000, yang memicu gugatan dari Kamar Dagang AS.
Dengan demikian, kebijakan imigrasi baru Trump menimbulkan ketidakpastian besar bagi jutaan migran.
Selain itu, frasa “penghentian permanen” menimbulkan kekhawatiran global, karena potensi dampaknya dapat menjangkau negara berkembang di seluruh dunia.
(*)