Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Jalan menuju perdamaian di Ukraina masih belum jelas, kata Trump pada Rabu waktu setempat. (JL/The Guardian)
Korupsi tingkat tinggi dan kemajuan Rusia di Ukraina timur memperberat posisi Kyiv. Kepala staf Zelenskyy bahkan mundur setelah penggeledahan antikorupsi. Selain itu, Rusia terus menekan untuk merebut wilayah yang diklaimnya.
Menimbulkan Kekhawatiran di Eropa
Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan negosiasi dipengaruhi kemajuan militer Rusia. Selain itu, draf proposal perdamaian AS sebelumnya menimbulkan kekhawatiran di Eropa.
Proposal itu diduga menguntungkan Rusia sehingga menuai kritik keras. Negara-negara Eropa kemudian mengajukan usulan balasan. Selanjutnya, AS dan Ukraina menyusun kerangka perdamaian baru.
Putin menuduh Eropa mencoba menggagalkan proses damai. Selain itu, ia mengancam kesiapan Rusia berperang jika Eropa memulai konflik.
Eropa menilai Putin tidak serius mencari perdamaian. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyerukan Rusia mengakhiri agresi.
Selain itu, Estonia menegaskan Putin tidak menginginkan perdamaian.
Sekjen NATO Mark Rutte mengatakan dukungan militer untuk Ukraina terus berlanjut.
Selain itu, Uni Eropa mengumumkan rencana pendanaan baru untuk Ukraina melalui pinjaman berbasis aset Rusia yang dibekukan.
Majelis Umum PBB juga menuntut pemulangan anak-anak Ukraina dari Rusia. Selain itu, Ukraina menuduh Rusia menculik lebih dari 20.000 anak sejak 2022.
Resolusi PBB disahkan dengan suara mayoritas meski bersifat tidak mengikat. Namun, Rusia tetap menolak resolusi tersebut.
(*)