Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra memberikan taklimat kepada kader Partai Gerindra di Bogor, Sabtu 8 November 2025. Tingkat persetujuan publik terhadap Prabowo tetap tinggi dan relatif stabil di 78%. (kolase @prabowo)
Angka itu masih di bawah target tahun ini sebesar 5,2%, dan jauh dari ambisi Prabowo untuk mendorong pertumbuhan hingga 8% pada 2029.
Pengeluaran rumah tangga — yang menyumbang lebih dari separuh PDB Indonesia — mulai menurun akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan suku bunga yang masih tinggi. Pemerintah telah meluncurkan paket stimulus fiskal dan pemangkasan suku bunga acuan, namun sentimen investor dinilai masih “hati-hati”.
“Kepuasan publik belum disumbang oleh faktor ekonomi,” kata Burhanuddin Muhtadi. “Namun publik masih memberi waktu dan kepercayaan karena mereka melihat komitmen pemerintah untuk bekerja.”
Prospek Politik
Dengan tingkat persetujuan mencapai 78%, Prabowo tetap menjadi salah satu presiden Indonesia dengan tingkat kepuasan tertinggi pada tahun pertama masa jabatannya dalam dua dekade terakhir — sejajar dengan Joko Widodo pada 2015.
Analis politik menilai stabilitas dukungan publik ini menunjukkan bahwa meskipun kebijakan Prabowo kerap kontroversial, citra “pemimpin tegas dan patriotik” masih kuat di mata masyarakat.
Namun, sejumlah pakar mengingatkan bahwa dukungan publik bisa cepat berubah jika tantangan ekonomi tak segera diatasi dan kepercayaan pada demokrasi terus tergerus.
“Stabilitas politik jangka panjang bergantung pada kemampuan Prabowo menyeimbangkan ketegasan militer dengan transparansi demokratis,” ujar analis politik dari UI, Dr Indira Paramita. (Sumber: Indikator Politik Indonesia, Reuters, BPS, Kementerian Sosial)
(*)