Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Partai Gerindra memberikan taklimat kepada kader Partai Gerindra di Bogor, Sabtu 8 November 2025. Tingkat persetujuan publik terhadap Prabowo tetap tinggi dan relatif stabil di 78%. (kolase @prabowo)
Militerisasi Kebijakan dan Protes Mahasiswa
Salah satu kebijakan paling kontroversial dalam masa jabatan Prabowo adalah formalisasi peran militer di lembaga sipil, termasuk penugasan prajurit aktif dalam kementerian dan program sosial pemerintah.
Kebijakan ini menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia yang menilai langkah tersebut dapat mengikis prinsip demokrasi dan supremasi sipil. Protes mahasiswa sempat terjadi di beberapa universitas besar, bahkan menelan korban jiwa di Makassar pada September lalu.
Sebagai mantan komandan pasukan khusus Kopassus, Prabowo juga pernah dikaitkan dengan dugaan pelanggaran HAM pada era 1990-an dan sempat dilarang memasuki Amerika Serikat selama beberapa tahun, sebelum akhirnya hubungan diplomatik membaik pada 2020-an.
Program Makanan Gratis
Program unggulan Prabowo — makanan gratis untuk anak sekolah — yang ditujukan untuk meningkatkan gizi lebih dari 80 juta warga, menjadi salah satu kebijakan paling menonjol sekaligus paling diperdebatkan.
Meski mendapat apresiasi luas atas niatnya, pelaksanaan di lapangan menghadapi kendala serius. Hingga 29 Oktober 2025, lebih dari 15.000 anak dilaporkan jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan dari penyedia lokal dalam program tersebut. Pemerintah telah membentuk tim audit nasional untuk meninjau rantai distribusi dan kualitas bahan makanan.
Target Ambisius Masih Jauh
Secara ekonomi, tantangan terbesar bagi pemerintahan Prabowo datang dari perlambatan pertumbuhan nasional. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga hanya 5,04%, turun dari 5,12% pada kuartal sebelumnya.