Prof Jimly Asshiddiqie. Tim Reformasi Polri yang diketuai Prof Jimly Asshiddiqie memaparkan gagasan besar terkait restrukturisasi kelembagaan Polri sebagai bagian dari upaya modernisasi institusi keamanan nasional. (Tangkapa layar iNews)
JAKARTA, JurnaLodie.com – Tim Reformasi Polri yang dipimpin Prof Jimly Asshiddiqie memaparkan gagasan besar mengenai restrukturisasi kelembagaan Polri sebagai bagian dari upaya modernisasi institusi keamanan nasional.
Dalam presentasinya, tim tersebut menegaskan perlunya pembentukan Kementerian Keamanan, lembaga baru yang akan mengkoordinasikan dan mengintegrasikan seluruh urusan keamanan nasional.
“Ini baru berupa usulan. Kita tampung semua, baru akan dibahas,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu saat berbicara di kanal YouTube iNews, Rabu 19 November 2025.
Kementerian Keamanan Jadi Sorotan Utama
Usulan pembentukan Kementerian Keamanan langsung menarik perhatian publik.
Karena lembaga ini kelak mengendalikan strategi keamanan nasional, mulai dari pencegahan hingga penanganan ancaman, serta koordinasi dengan berbagai institusi penegak hukum.
Dengan model tersebut, urusan keamanan nasional diyakini dapat berjalan lebih seragam, efisien, dan terukur, terutama dalam menghadapi dinamika ancaman yang semakin kompleks.
Tim Reformasi Polri menilai struktur keamanan saat ini masih terfragmentasi, sehingga integrasi kebijakan belum optimal.
Melalui Kementerian Keamanan, pemerintah dapat membangun satu pintu pengendali strategis tanpa menghilangkan fungsi operasional Polri.
Perbaikan Mekanisme Rekrutmen Kapolri
Selain usulan kelembagaan, tim reformasi juga mendorong penguatan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Salah satu poin pentingnya adalah penghapusan kewajiban persetujuan DPR dalam proses rekrutmen Kapolri.
Dengan mekanisme baru ini, proses penunjukan Kapolri akan berada langsung di bawah Kompolnas.