Hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai kondisi ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini berada pada level “sedang”. (Kolase Indikator)
Poin Utama
- Mayoritas nilai “sedang”: 42,4% responden menilai kondisi ekonomi nasional berada pada kategori sedang
- Penilaian positif mencapai 31,1%: Gabungan responden yang menilai ekonomi baik (27,6%) dan sangat baik (3,5%)
- Penilaian negatif 26,2%: Terdiri dari yang menilai buruk (22,6%) dan sangat buruk (3,6%)
JAKARTA, JurnaLodie.com — Hasil survei Indikator Politik Indonesia terbaru kondisi ekonomi nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat menilai saat ini berada pada level “sedang”.
Temuan ini memberikan gambaran terkini mengenai persepsi publik terhadap situasi ekonomi Indonesia.
Berdasarkan survei, 42,4% responden menilai kondisi ekonomi berada pada kategori sedang.
Sementara itu, sebanyak 31,1% responden memberi penilaian baik atau sangat baik, yang mengindikasikan adanya kelompok masyarakat yang merasakan stabilitas ekonomi.
Di sisi lain, 26,2% responden menyatakan kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk.
Adapun 0,3% responden tidak memberikan jawaban.
Secara rinci, penilaian responden adalah sebagai berikut:
Sangat Baik: 3,5%
Baik: 27,6%
Sedang: 42,4%
Buruk: 22,6%
Sangat Buruk: 3,6%
Tidak Tahu/Tidak Jawab: 0,3%
Dengan demikian, data ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian publik melihat tanda-tanda positif, persepsi menengah masih mendominasi pandangan masyarakat terkait ekonomi nasional.
Metodologi Survei
Survei ini melibatkan populasi warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu, yakni masyarakat berusia 17 tahun ke atas atau yang sudah menikah.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan jumlah responden mencapai 1.220 orang.
Dengan pendekatan simple random sampling, ukuran sampel tersebut memiliki margin of error sekitar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.
Selain itu, sampel survei mencakup seluruh provinsi di Indonesia secara proporsional sehingga hasilnya mewakili kondisi nasional.