Perdana Menteri Indira Gandhi dari India (kanan) dan Presiden Pakistan Zulfiqar Ali Bhutto menandatangani perjanjian damai pada 4 Juli 1972 di Simla. Insert tentara India berjaga. (Kolase JL/AFP/AP)
JurnaLodie.com – India dan Pakistan terlibat dalam perang militer yang meningkat pesat dan mengancam akan meledak menjadi perang besar, yang dipicu oleh serangan mematikan terhadap wisatawan di Kashmir yang dikelola India pada tanggal 22 April yang menewaskan 26 warga sipil, tetapi berakar pada permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pada tanggal 7 Mei, India meluncurkan gelombang rudal ke Pakistan dan Kashmir yang dikelola Pakistan, menyerang sedikitnya enam kota dan menewaskan sedikitnya 31 orang – termasuk dua anak – menurut Islamabad.
Sejak saat itu, pesawat nirawak India telah menyerang kota-kota besar Pakistan dan instalasi militer, dan India menuduh Pakistan meluncurkan rentetan rudal dan pesawat nirawak ke kota-kota dan fasilitas militernya.
Berikut ringkasan Konflik India-Pakistan dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera:
Akar Konflik
Konflik ini berakar dari pembagian India oleh Inggris pada tahun 1947 dan status wilayah Kashmir yang belum terselesaikan. Kashmir, wilayah mayoritas Muslim, menjadi sengketa karena India dan Pakistan sama-sama mengklaimnya.
Perang dan Ketegangan Berulang
India dan Pakistan telah beberapa kali terlibat perang, yakni pada tahun 1947–1948, 1965, 1971, dan 1999. Selain itu, ketegangan dan bentrokan kecil terus terjadi, terutama di sepanjang Garis Kontrol (LoC).
Risiko Nuklir
Sejak 1998, kedua negara memiliki senjata nuklir, sehingga setiap eskalasi konflik membawa risiko kehancuran yang lebih besar dan berdampak global.
Serangan Teror dan Retaliasi