Tentara India membidik. Pada 21 Mei 2025, pasukan keamanan India melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok Maois di wilayah Bastar, Chhattisgarh. (Kolase JL/Kamal Kishore/Reuters)
NEW DELHI, JurnaLodie.com – Pada 21 Mei 2025, pasukan keamanan India melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok Maois di wilayah Bastar, Chhattisgarh, yang dikenal sebagai salah satu pusat perlawanan Naxal. Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengakhiri pemberontakan yang telah berlangsung selama beberapa dekade.
Pemerintah India, yang saat ini dipimpin oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) di tingkat pusat dan negara bagian, telah meningkatkan operasi militer besar-besaran terhadap pemberontak Maois.
Wilayah hutan perbukitan Karrigatta, yang membentang di negara bagian Chhattisgarh dan Telangana, telah berubah menjadi zona militer, dengan lebih dari 10.000 personel keamanan dikerahkan.
Dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera, operasi yang dinamai “Operation Zero” atau “Kagar” ini bertujuan untuk “membersihkan” wilayah dari kelompok Maois, yang dianggap mengancam keamanan nasional dan menghambat pembangunan, khususnya di wilayah suku yang kaya sumber daya alam.
Sepanjang tahun 2025, setidaknya 201 pejuang Maois telah dilaporkan tewas, termasuk 27 orang dalam satu operasi, di antaranya pemimpin tertinggi mereka, Basavaraju.
Dalam 16 bulan terakhir, lebih dari 400 orang yang diduga Maois telah terbunuh di negara bagian Chhattisgarh, menurut data resmi.
Namun, aktivis dan kelompok hak asasi manusia menyatakan bahwa banyak dari korban tewas tersebut sebenarnya adalah warga sipil Adivasi (masyarakat adat), bukan pemberontak bersenjata.
Komunitas Adivasi Terjepit di Tengah Konflik