Presiden Prabowo Subianto menerima telepon. Prabowo ditelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah ancaman kehancuran industri surya Asia Tenggara. (Kolase JL/@prabowo)
JAKARTA, JurnaLodie.com – Presiden Prabowo Subianto menelepon Presiden Amerika Serikat Donald Trump di tengah ancaman kehancuran industri surya Asia Tenggara.
Tarif AS membayangi industri energi hijau di Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.
Pembicaraan lewat telepon Prabowo dan Trump diunggah melalui Instagram @prabowo pada Jumat 13 Juni 2025.
Dalam unggahan foto Prabowo menelepon diberikan keterangan “Hari ini saya menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.”
Unggahan itu mendapatkan 270 ribu like dan 4.192 komentar hingga pukul 13.00 Wita.
Industri Surya Asia Tenggara Terancam Hancur
Dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera, sebuah pesan singkat memberi tahu Chonlada Siangkong bahwa dirinya telah kehilangan pekerjaan di sebuah pabrik sel surya di Rayong, Thailand timur.
Pabrik milik Standard Energy Co, anak perusahaan dari raksasa sel surya Singapura GSTAR, menutup operasinya bulan lalu sebagai antisipasi terhadap tarif yang akan diberlakukan Presiden Trump terhadap ekspor panel surya dari Asia Tenggara.
Mulai Senin, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS akan mulai memberlakukan tarif antara 375 persen hingga lebih dari 3.500 persen untuk impor dari Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia.
Bea masuk yang sangat tinggi ini, yang diberlakukan sebagai tanggapan terhadap dugaan praktik perdagangan tidak adil oleh pabrik-pabrik milik Tiongkok di kawasan tersebut, menimbulkan pertanyaan besar tentang keberlangsungan ekspor surya Asia Tenggara—yang menyumbang sekitar 80 persen dari produk surya yang dijual di AS.