Presiden Ferdinand Marcos membantah klaim dari saudara perempuannya yang telah lama terasing, Imee Marcos, bahwa ia seorang pecandu kokain. (Kolase Jam Sta Rosa/AFP/Getty Images)
Ia bahkan mengklaim kecanduan tersebut memengaruhi kemampuan Marcos Jr. dalam memimpin negara.
Selain itu, Imee menuduh istri presiden dan anak-anaknya turut memakai narkoba, meski tidak memberikan bukti. Keluarga presiden tidak segera menanggapi tuduhan tersebut.
Duterte dan Kelompoknya Ikut Disorot
Imee diketahui bersekutu dengan mantan presiden Rodrigo Duterte, yang saat ini ditahan di Belanda atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait perang melawan narkoba.
Keluarga Duterte menuding pemerintahan Marcos berada di balik penangkapan tersebut, meski pemerintah membantahnya.
Castro kemudian menyinggung inkonsistensi sikap Imee. Ia menyatakan Imee seharusnya mengecam Duterte, yang pernah mengakui penggunaan fentanil.
Kritikus bahkan menautkan Duterte dan putrinya, Wakil Presiden Sara Duterte, dengan dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana rahasia. Keduanya membantah tuduhan itu.
Marcos Pernah Menunjukkan Bukti Tes Narkoba Negatif
Perseteruan ini bukan yang pertama. Pada 2021, ketika Marcos mencalonkan diri sebagai presiden, tim kampanyenya merilis dua laporan rumah sakit yang menyatakan ia negatif kokain dan metamfetamin.
Marcos juga pernah menertawakan tuduhan Duterte dan memilih untuk tidak menanggapinya secara serius.
Tuduhan baru dari Imee semakin memperkeruh hubungan keluarga yang sudah retak sejak 2022.
Di tengah skandal korupsi, tekanan publik, dan rivalitas politik yang tajam, pemerintahan Marcos kini berupaya menegaskan fokusnya pada reformasi dan penyelidikan korupsi.
Dengan meningkatnya tekanan politik dan tuduhan tanpa bukti, pemerintah menyatakan akan tetap melanjutkan investigasi besar tersebut demi transparansi dan akuntabilitas nasional.