Presiden Ferdinand Marcos membantah klaim dari saudara perempuannya yang telah lama terasing, Imee Marcos, bahwa ia seorang pecandu kokain. (Kolase Jam Sta Rosa/AFP/Getty Images)
MANILA, JurnaLodie.com – Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. membantah keras tuduhan bahwa ia adalah pecandu kokain jangka panjang.
Ia menolak klaim yang dilontarkan oleh saudara perempuannya yang terasing, Senator Imee Marcos.
Pemerintah menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar dan sarat motif politik.
Wakil Menteri Komunikasi Claire Castro menegaskan bahwa pernyataan Imee berpotensi menjadi upaya untuk mengalihkan perhatian dari penyelidikan skandal korupsi besar yang sedang berlangsung.
“Komentar itu tidak memiliki bukti. Itu mungkin cara putus asa untuk mengaburkan penyelidikan proyek pengendalian banjir,” ujar Castro.
Pemerintah Tegaskan Tuduhan Imee Tidak Valid
Castro meminta Imee Marcos mendukung investigasi, bukan menyerang presiden. “Senator Imee, jadilah patriot. Dukung penyelidikan dan kecam semua koruptor.
Jangan sembunyikan mereka,” katanya. Ia menekankan bahwa Presiden Marcos fokus membersihkan praktik korupsi dan memperbaiki tata kelola.
Saat ini, sebuah komisi pencari fakta independen, komite Senat, dan sejumlah lembaga pemerintah sedang memeriksa dugaan suap besar yang diterima anggota Kongres dan Senat.
Perusahaan konstruksi diduga membayar suap untuk memenangkan tender proyek pengendalian banjir—proyek yang kemudian terbukti buruk, tidak lengkap, atau bahkan fiktif.
Skandal ini memicu kemarahan publik, terutama karena Filipina sering mengalami banjir dan topan.
Pidato Imee Picu Polemik Baru
Namun, Imee Marcos justru melontarkan tuduhan kontroversial dalam pidatonya di Manila.
Ia menyebut kecanduan narkoba saudara laki-lakinya dimulai sejak masa pemerintahan ayah mereka, Ferdinand Marcos Sr., dan berlanjut hingga kini.