Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mempertimbangkan permintaan maaf kepada Korea Utara. (Aljazeera)
SEOUL, JurnaLodie.com – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mempertimbangkan permintaan maaf kepada Korea Utara.
Rencana itu setelah dakwaan terhadap mantan Presiden Yoon Suk-yeol terkait provokasi lintas perbatasan.
Lee mengatakan ia sedang menimbang permintaan maaf kepada Pyongyang.
Selain itu, ia merasa bertanggung jawab setelah Yoon Suk-yeol didakwa karena diduga memerintahkan penerbangan pesawat tak berawak ke Korea Utara.
Tindakan itu, menurut jaksa, dilakukan untuk memprovokasi ketegangan politik.
Komentar Lee Muncul pada Hari Peringatan Darurat Militer Yoon
Komentar tersebut muncul pada peringatan deklarasi darurat militer oleh Yoon. Namun, langkah Yoon itu justru memicu kekacauan nasional.
Kemudian, keputusan tersebut memicu protes besar dan menggiring negara ke krisis politik yang dalam.
Yoon Menunggu Persidangan
Mahkamah Agung cepat menyatakan darurat militer itu inkonstitusional. Selain itu, Yoon kemudian dimakzulkan dan dicopot dari jabatan.
Kini ia berada di penjara sambil menunggu persidangan atas tuduhan pemberontakan dan pelanggaran lain.
Korea Selatan kini menghadapi perpecahan politik yang mendalam. Sebagian warga mengecam provokasi era Yoon.
Namun, sebagian lain tetap mendukung pendekatan garis keras terhadap Korea Utara. Karena itu, dua kelompok massa kembali melakukan pawai berlawanan di Seoul.
Lee, yang terpilih setelah pemakzulan Yoon, berupaya membuka kembali komunikasi dengan Korea Utara.
Dia telah mencabut pengeras suara propaganda di perbatasan. Selanjutnya, ia juga mendukung UU baru yang melarang balon selebaran yang sering memicu ketegangan.