Awan di daerah Minahasa. Prakiraan cuaca Sulawesi Utara (Sulut) untuk Rabu, 28 Januari hingga Kamis, 29 Januari 2026, menunjukkan kondisi cuaca yang bervariasi.(JurnaLodie.com)
Masyarakat Sulawesi Utara diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca, terutama di wilayah yang berpotensi hujan dengan kelembapan tinggi.
Pengendara dan nelayan memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
Dominasi Hujan Ringan – Kelembapan Tinggi
Kondisi cuaca Sulawesi Utara pada periode 26–27 Januari 2026 secara umum dipengaruhi oleh kelembapan udara yang tinggi dan suplai uap air yang cukup aktif.
Hal ini memicu hujan ringan hingga sedang di sejumlah wilayah, terutama daratan Bolaang Mongondow Raya dan sebagian Minahasa Raya.
Hujan ringan mendominasi wilayah daratan Sulut, khususnya Bolmong Raya.
Cuaca cerah masih bertahan di wilayah pesisir dan perkotaan seperti Manado, Bitung, dan Minahasa Utara.
Kelembapan udara tinggi (hingga 99%) meningkatkan potensi hujan lokal, terutama pada siang hingga malam hari.
Analisis Per Wilayah
- Bolaang Mongondow Raya
Hujan ringan terjadi merata selama dua hari. Kondisi ini mengindikasikan atmosfer yang labil namun tanpa potensi cuaca ekstrem. Meski demikian, hujan berulang dapat meningkatkan risiko genangan di titik rawan.
- Minahasa Raya
Cuaca relatif bervariasi. Manado dan Bitung cenderung cerah, menandakan pengaruh lokal pesisir yang lebih stabil.
Namun, Minahasa Tenggara berpotensi mengalami hujan sedang pada Selasa, sehingga perlu kewaspadaan lebih.
- Nusa Utara (Sangihe, Talaud, Sitaro)
Wilayah kepulauan menunjukkan kondisi lebih stabil, dengan cuaca cerah hingga berawan. Risiko hujan masih ada, tetapi intensitasnya relatif rendah.
Suhu dan Kelembapan
Suhu udara berkisar antara 20–30 °C, tergolong normal untuk wilayah Sulut.
Kelembapan tinggi berkontribusi pada pembentukan awan hujan, meski belum memicu hujan lebat secara luas.