Grafis eleltabilitas simulasi tiga nama calon presiden, Prabowo Subianto, Anies Baswedan dan Gibran Rakabuming Raka. Satu tahun setelah dilantik, Presiden Prabowo masih menjadi figur politik paling dominan di mata publik.(JurnaLodie.com/Meta AI)
Poin Utama
- Prabowo Subianto unggul telak dengan elektabilitas 68,4%, menunjukkan dominasi kuat setelah setahun menjabat sebagai presiden
- Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 14,3%, sedangkan Gibran Rakabuming Raka memperoleh 9,8%
- Pemilih belum menentukan pilihan (TT/TJ) tercatat sebesar 7,5%
- Kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo mencapai 77,7%, sedangkan 20,8% kurang atau tidak puas, dan 1,5% tidak menjawab
JAKARTA, JurnaLodie.com — Satu tahun setelah dilantik, Presiden Prabowo Subianto masih menjadi figur politik paling dominan di mata publik. Berdasarkan survei terbaru Indikator Politik Indonesia yang dirilis Sabtu 8 November 2025, jika pemilihan presiden diadakan hari ini, Prabowo Subianto akan memperoleh dukungan 68,4% suara.
Dalam simulasi tiga nama calon presiden, Anies Baswedan berada di posisi kedua dengan 14,3%, disusul Gibran Rakabuming Raka di angka 9,8%, sementara 7,5% responden menyatakan belum menentukan pilihan (TT/TJ).
Kepuasan Publik terhadap Pemerintahan Prabowo–Gibran
Survei yang sama menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 77,7%, sementara 20,8% responden menyatakan kurang atau tidak puas, dan 1,5% tidak menjawab.
Pemerintahan Prabowo–Gibran, yang dilantik pada 20 Oktober 2024, baru saja menandai setahun masa kepemimpinan. Dalam periode tersebut, mereka menghadapi berbagai tantangan geopolitik global, seperti perang di Ukraina, perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta kontraksi ekonomi global yang berdampak ke dalam negeri.
Program Pemerintah dan Evaluasi Publik
Untuk menjawab tantangan ekonomi dan sosial, pemerintah meluncurkan berbagai program unggulan:
Makan Bergizi Gratis (MBG) — program prioritas yang menjadi salah satu janji utama kampanye Prabowo–Gibran.
Koperasi Merah Putih — inisiatif ekonomi rakyat untuk memperkuat sektor UMKM dan koperasi.
Sekolah Rakyat — upaya meningkatkan pemerataan pendidikan dasar dan vokasi di daerah.