Kebakaran di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po. (Kolase JL/Chan Long Hei/AP)
Kemudian, publik Hong Kong menunjukan kemarahan atas buruknya pengawasan proyek renovasi.
Video yang menunjukkan pekerja merokok di perancah hanya memperburuk situasi.
900 Warga Mengungsi
Sementara itu, lebih dari 900 warga mengungsi ke tempat penampungan sementara. Namun, beberapa lokasi sudah penuh sejak Rabu malam. Selain itu, acara kampanye untuk pemilu 7 Desember banyak yang dibatalkan.
Di lokasi, suasana duka sangat terasa. Warga menangis, mencari keluarga yang hilang, dan menunggu kabar di sepanjang jalan.
Selanjutnya, banyak yang kehilangan rumah dan tempat tinggal setelah api merusak empat dari delapan blok apartemen.
Pemimpin Tiongkok, Xi Jinping, mendesak upaya maksimal untuk meminimalkan korban.
Namun, kelompok advokasi lokal menilai insiden ini menunjukkan lemahnya standar keselamatan perancah.
Kemudian, mereka mencatat tiga kebakaran terkait perancah bambu terjadi tahun ini.
Wang Fuk Court sendiri adalah kompleks lama yang dihuni sejak 1983.
Kompleks ini menampung hampir 4.800 penghuni dan sedang menjalani renovasi besar bernilai HK$330 juta ketika kebakaran terjadi.
Tragedi ini kini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam sejarah Hong Kong modern.
Namun, penyelidikan terus berjalan untuk memastikan penyebab pasti serta menentukan siapa yang harus bertanggung jawab.
(*)