Kebakaran di Wang Fuk Court, sebuah kompleks perumahan di distrik Tai Po. (Kolase JL/Chan Long Hei/AP)
HONG KONG, JurnaLodie.com – Polisi Hong Kong menduga perancah tidak aman dan busa mudah terbakar mempercepat penyebaran kebakaran di Wang Fuk Court.
Selain itu, api besar itu menewaskan sedikitnya 94 orang dan melukai 76 lainnya.
Namun, petugas masih mencari banyak korban hilang.
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran terus berjuang menembus lantai atas gedung yang terpanggang asap tebal.
Kemudian, seorang korban selamat berhasil ditemukan di lantai 16 pada Kamis sore.
Namun, proses penyelamatan berjalan lambat karena suhu ekstrem dan struktur bangunan yang rapuh.
Menangkap Tiga Pekerja Konstruksi
Selain itu, polisi menangkap tiga pekerja konstruksi terkait dugaan kelalaian fatal tersebut.
Menurut laporan The Guardian, mereka terdiri atas dua direktur dan satu konsultan teknik dari perusahaan konstruksi yang menangani renovasi.
Namun, polisi belum membeberkan identitas mereka secara publik.
Pemerintah juga menyatakan bahwa kontraktor utama, Prestige Construction and Engineering Company, kemungkinan melanggar aturan keselamatan perancah.
Selain itu, petugas menyita dokumen perusahaan setelah menggeledah kantor mereka pada Kamis pagi.
Kemudian, penyelidik menemukan beberapa jendela disegel dengan busa yang diduga tidak tahan api.
Juga, perancah bambu yang menyelimuti bangunan tampak memicu api menyebar lebih cepat, terutama karena angin kencang.
Meskipun perancah bambu lazim digunakan, pemerintah menyatakan teknologi itu segera dihapuskan demi alasan keselamatan.
Kebakaran besar ini memicu perbandingan dengan tragedi Grenfell Tower di London.