Para prajurit berjaga di depan sistem pertahanan udara IRIS-T SLM di pangkalan militer Todendorf pada 4 September 2024 di Panker, Jerman. (Kolase JL/Gregor Fischer/Getty Images)
JurnaLodie.com – Pendapatan produsen senjata global mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024, seiring meningkatnya konflik internasional dan pengeluaran militer, menurut laporan terbaru dari Institut Penelitian Perdamaian Internasional Stockholm (SIPRI).
Data SIPRI menunjukkan bahwa 100 perusahaan produsen senjata terbesar di dunia meraih total pendapatan sebesar $679 miliar dari penjualan senjata dan layanan militer, meningkat 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Lonjakan ini sebagian besar didorong oleh konflik di Gaza dan Ukraina, serta ketegangan geopolitik yang meningkat di berbagai wilayah.
Perusahaan Amerika dan Eropa Pimpin Pertumbuhan
Di Amerika Serikat, perusahaan seperti Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan General Dynamics memimpin industri pertahanan.
Pendapatan gabungan dari 39 perusahaan AS dalam daftar 100 besar tumbuh 3,8 persen, mencapai $334 miliar.
Meskipun demikian, proyek-proyek besar seperti jet tempur F-35, kapal selam kelas Columbia dan Virginia, serta rudal balistik antarbenua Sentinel masih menghadapi penundaan dan pembengkakan anggaran.
Di Eropa, 26 perusahaan senjata tercatat dalam daftar 100 besar (tidak termasuk Rusia), dengan 23 perusahaan mencatat peningkatan pendapatan.
Total pendapatan senjata Eropa melonjak 13 persen menjadi $151 miliar, termasuk perusahaan Czechoslovak Group yang mengalami kenaikan pendapatan tertinggi, 193 persen menjadi $3,6 miliar melalui produksi peluru artileri untuk Ukraina.
Rusia dan Asia: Tantangan dan Penurunan
Meski terkena sanksi Barat, perusahaan senjata Rusia seperti Rostec dan United Shipbuilding Corporation tetap meningkatkan pendapatan 23 persen menjadi $31,2 miliar.