Paus Leo XIV. Paus menghadapi tugas berat menegakkan disiplin fiskal. (Kolase JL/Reuters/Yara Nardi)
VATIKAN, JurnaLodie.com – Minggu-minggu terakhir Paus Fransiskus mengungkap Vatikan yang tenggelam dalam utang, dengan kewajiban pensiun melebihi $2 miliar (dolar) dan perlawanan terhadap reformasi yang tertanam di kalangan klerus.
Penggantinya, Paus Leo XIV, kini menghadapi tugas berat menegakkan disiplin fiskal.
Di minggu-minggu terakhir hidupnya, Paus Fransiskus berupaya meninggalkan warisan keuangan yang lebih bersih bagi penerusnya. Terkurung di kantornya yang sederhana, ia bertemu dengan para penasihat yang memaparkan gambaran suram: Vatikan sedang meluncur ke dalam defisit yang melumpuhkan. Dana pensiunnya sendiri menghadapi kewajiban lebih dari $2 miliar yang tidak mampu dibayar.
Dikutip JurnaLodie.com dari YNet, setelah sebulan deliberasi yang semakin melemahkan fisiknya, Fransiskus memilih satu solusi — meminta umat untuk memberikan lebih banyak sumbangan. Pada 11 Februari, ia menandatangani dekrit kepausan yang menyerukan peningkatan donasi. Tiga hari kemudian, ia dirawat di rumah sakit karena pneumonia ganda. Ia wafat pada 21 April.
Vatikan, salah satu birokrasi paling tertutup di dunia, telah lama menyembunyikan urusan keuangannya dari publik. Fransiskus berusaha membawa transparansi, namun ia meninggal dunia dengan sadar bahwa ia gagal mereformasi budaya yang mengajarkan kerendahan hati radikal tetapi kesulitan mempraktikkannya.
Lembaga Rahasia yang Tenggelam dalam Utang
Fransiskus berulang kali menyerukan gaya hidup sederhana bagi para klerus, memotong gaji sekitar 250 kardinal tiga kali, dan pada awal 2023 mengumumkan akhir dari subsidi perumahan bagi pejabat senior. Namun, semua itu hanyalah pemangkasan kecil dibandingkan utang yang terus membengkak.