Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Paus Leo XIV. Paus dan para pemimpin Ortodoks merayakan tonggak sejarah penting dalam pertemuan bersejarah di Turki atau Turkiye. (Tangkapan layar Aljazeera)
Kemudian, laporan menyebut polisi membawa Mehmet Ali Agca keluar dari Iznik sebelum acara. Agca sebelumnya menembak Paus Yohanes Paulus II pada 1981.
Tonggak Historis bagi Hubungan Katolik–Ortodoks
Paus Leo bergabung dengan Patriark Bartholomew I dalam upacara doa ekumenis di Iznik.
Selain itu, momen ini menjadi langkah penting dalam upaya menyatukan perbedaan gereja yang telah berlangsung berabad-abad.
Setelah kunjungan di Turkiye, Paus akan menuju Lebanon. Di sana, ia berencana menyampaikan pesan perdamaian dan dialog.
Dengan demikian, Paus berharap perjalanan ini membantu meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
(*)