Endrick dan Vinicius setelah peluit akhir berbunyi. Real Madrid, dan khususnya Xabi Alonso, menyelamatkan kualitas tak berwujud itu melawan City. (JL/Marca/CHEMA REY)
JurnaLodie.com – Real Madrid kembali menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Alavés pada Minggu.
Tekanan pada Xabi Alonso meningkat setelah rentetan hasil mengecewakan yang memicu krisis awal musim.
Penampilan penuh karakter saat melawan Manchester City memberikan sedikit ketenangan.
Real Madrid menunjukkan kualitas tak berwujud yang tidak tercatat dalam statistik.
Sikap itu membantu memulihkan citra tim setelah kekalahan telak dari Celta Vigo. Namun, hasil positif tetap belum terlihat.
Kekalahan di liga memicu keresahan besar di Bernabéu. Laga melawan City memberi ruang napas, tetapi tidak cukup untuk menenangkan manajemen.
Kini, lawatan ke Vitoria menjadi duel krusial dengan margin kesalahan yang sangat kecil.
Kekalahan dari tim Liga Champions dapat dimaklumi, tetapi kalah dari tim papan tengah seperti Alavés akan memperburuk krisis.
Di Valdebebas, staf dan pemain berusaha fokus pada tanda-tanda positif dari laga melawan City.
Sikap dan determinasi mendapat apresiasi, meski permainan belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Belum Mampu Membalikkan Keadaan
Tur pramusim yang buruk menjadi awal kemunduran, dan pulang ke Bernabéu belum mampu membalikkan keadaan.
Madrid menghadapi tantangan besar dengan hingga 11 pemain berpotensi absen.
Tujuh pemain cedera, tiga terkena sanksi, ditambah kemungkinan absennya Mbappé yang masih diragukan kondisinya.
Krisis pemain ini mempersempit pilihan taktikal Xabi Alonso menjelang laga penting.
Xabi memahami bahwa proyek jangka panjang membutuhkan waktu.
Ia menyampaikan pesan optimistis usai laga melawan City, berharap manajemen memberi kepercayaan lebih.