Presiden Prancis Emmanuel Macron menggambarkan fase negosiasi yang menegangkan saat ini sebagai "bahaya besar" bagi Volodymyr Zelenskyy. (JL/Remon Haazen/Getty Images)
PARIS, JurnaLodie.com – Presiden Prancis Emmanuel Macron memberi peringatan keras terkait arah diplomasi Washington.
Der Spiegel melaporkan Macron memperingatkan risiko pengkhianatan wilayah oleh AS.
Selain itu, laporan menyebut ketidakjelasan jaminan keamanan bagi Ukraina.
Para pemimpin Eropa kemudian menyuarakan keraguan terhadap pendekatan Washington.
Namun, ringkasan panggilan juga menunjukkan fase negosiasi semakin tegang.
Zelenskyy Sangat Berhati-hati
Macron menilai fase negosiasi saat ini membawa bahaya besar bagi Zelenskyy.
Selain itu, Merz meminta Zelenskyy sangat berhati-hati.
Merz menuduh Washington mempermainkan Ukraina dan Eropa dalam diplomasi.
Selanjutnya, tuduhan itu dikaitkan dengan misi diplomatik Trump ke Moskow.
Alexander Stubb memperingatkan agar Ukraina tidak dibiarkan menghadapi tekanan sendiri.
Kemudian, ia menegaskan agar dukungan Eropa tidak melemah.
Mark Rutte disebut mendukung pandangan agar Zelenskyy tetap dilindungi.
Der Spiegel mengklaim beberapa peserta membenarkan akurasi kutipan panggilan.
Zelenskyy menolak berkomentar, sementara pihak Macron membantah kutipan tersebut.
Selain itu, kantor Rutte memilih tidak memberi komentar publik.
Washington sebelumnya menawarkan proposal 28 poin penghentian perang.
Namun, banyak pihak menilai proposal tersebut terlalu mendekati tuntutan Moskow.
Negosiator AS dan Ukraina Bertemu di Jenewa
Diplomasi meningkat ketika negosiator AS dan Ukraina bertemu di Jenewa dan Florida.
Setelah itu, Witkoff dan Kushner melakukan kunjungan kontroversial ke Moskow.
Pasangan itu mengadakan pertemuan lima jam dengan Putin di Kremlin.
Kemudian, Witkoff dijadwalkan bertemu pejabat keamanan Ukraina di Miami.