Planet Mars. Salah satu kendala utama dalam upaya untuk menghuni Mars adalah iklimnya yang dingin; sebuah studi baru mengusulkan untuk mengatasi masalah ini dengan memicu efek rumah kaca. (Kolase JL/shutterstock)
JurnaLodie.com – Salah satu kendala utama dalam upaya untuk menghuni Mars adalah iklimnya yang dingin; sebuah studi baru mengusulkan untuk mengatasi masalah ini dengan memicu efek rumah kaca.
Ilmuwan planet sering kali menyamakan kesesuaian Bumi yang sempurna untuk kehidupan dengan kisah Goldilocks dan Tiga Beruang. Dalam kisah tersebut, Goldilocks selalu memilih opsi yang terasa “pas”—tempat tidur empuk yang pas untuknya, kursi yang tidak terlalu keras atau terlalu empuk, dan bubur yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
Begitu pula, Bumi menempati posisi yang “pas” di tata surya. Bumi berada pada jarak yang ideal dari Matahari—tidak terlalu jauh seperti Mars yang beku, atau terlalu dekat seperti Venus yang panas membara, tempat suhu permukaannya melonjak hingga sekitar 400 derajat Celsius. Penempatan ini memungkinkan suhu Bumi mendukung keberadaan air cair—persyaratan mendasar bagi kehidupan.
Ketidakcocokan planet-planet tetangga Bumi yang mencolok untuk kehidupan tidak menghalangi imajinasi manusia untuk membayangkan kota-kota dan seluruh peradaban di permukaannya.
Sebaliknya, tantangan untuk membuat planet-planet ini layak huni menginspirasi para peneliti dan penulis. Di antara mereka, planet yang paling menarik perhatian dan dianggap sebagai kandidat utama untuk kelayakhunian adalah Mars—sering disebut “Planet Merah”.
Kedekatannya yang relatif dengan Bumi dan beberapa kesamaan dengan planet kita menjadikannya fokus utama. Namun, Mars jauh dari kandidat yang ideal: ia adalah dunia yang dingin dengan suhu rata-rata -62 derajat Celsius dan atmosfer yang sangat tipis.