Kepala Eksekutif Hong Kong John Lee mengunjungi para korban luka di Rumah Sakit Prince of Wales setelah kebakaran mematikan di kompleks perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, Tiongkok, dalam foto handout tanggal 27 November 2025. (Aljazeera)
- Kebakaran paling dahsyat di Hong Kong dalam lebih dari 60 tahun telah menewaskan sedikitnya 55 orang, dan 279 lainnya masih hilang.
- Petugas pemadam kebakaran telah berhasil mengendalikan kobaran api yang melalap sejumlah gedung tinggi di kawasan Tai Po, negara-kota tersebut, pada Rabu sore.
- Api bermula dari perancah bambu di luar bangunan, yang kemudian menyebar ke jaring hijau selama pekerjaan perbaikan.
- Kebakaran paling mematikan sebelumnya di Hong Kong terjadi pada bulan Agustus 1962, ketika kebakaran di lingkungan Sham Shui Po menewaskan 44 orang.
HONG KONG, JurnaLodie.com – Kebakaran besar di Tai Po dapat menguji kendali Beijing atas Hong Kong.
Para analis menilai masyarakat mengamati langkah pemerintah menangani tragedi tersebut.
Mereka juga menilai persepsi publik terhadap pemerintah bisa berubah setelah insiden ini.
Analis menilai protes tetap terkontrol, namun kemarahan publik bisa mengarah pada regulator bangunan.
Mereka menilai pemerintah perlu memperkuat pengawasan keselamatan bangunan dan keselamatan kebakaran.
Chau Sze Kit menilai keselamatan lokasi kerja perlu tinjau ulang secara menyeluruh.
Ia menegaskan perlunya pengawasan pemerintah yang lebih kuat untuk mencegah tragedi serupa.
Dua pekerja migran Indonesia dilaporkan tewas dalam kebakaran itu. Otoritas menyebut dua pekerja lain mengalami luka.
Konsulat Jenderal Indonesia menyatakan seluruh korban bekerja sebagai pekerja domestik.
Hong Kong mencatat lebih dari 142.000 warga Indonesia tinggal di kota tersebut. Mereka menjadi kelompok etnis minoritas terbesar kedua setelah warga Filipina.
Pejabat senior Beijing Nong Rong terbang ke Hong Kong untuk membantu penanganan bencana.
Ia mengunjungi para penyintas dan memimpin kelompok kerja pemulihan kebakaran.
Telah Memeriksa Wang Fuk Court
Departemen Tenaga Kerja mengaku telah memeriksa Wang Fuk Court beberapa kali sejak Juli lalu.
Mereka juga mengingatkan kontraktor untuk meningkatkan keselamatan kebakaran sebelum insiden terjadi.
Petugas menyebut kondisi bekerja di ketinggian tidak aman di beberapa titik.
Mereka memberikan tiga peringatan terkait situasi berbahaya tersebut.