Logo baru Partai Solidaritas Indonesia. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Kaesang resmi ditetapkan sebagai ketua umum terpilih untuk periode 2025–2030. (Kolase JL/Kompas.com)
JAKARTA, JurnaLodie.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, resmi ditetapkan sebagai ketua umum terpilih untuk periode 2025–2030. Ini merupakan periode kedua Kaesang memimpin PSI.
Dalam pidato perdananya usai penetapan, di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (19 Juli 2025), Kaesang membangkitkan semangat para kader dengan meneriakkan yel-yel khas PSI.
Setelah mengucapkan bismillah, ia langsung mengajak kader untuk kompak.
“Mana solidaritasmu?” teriak Kaesang dikutip JurnaLodie.com dari Kompas.com. “Aku PSI!” jawab para kader, serentak.
Setelah itu, Kaesang memimpin yel-yel bertema gajah, yang menjadi simbol baru PSI. Namun, pada percobaan pertama, para kader salah menjawab.
“Gajah?!”
“Hu, hu, hu,” jawab para kader—yang ternyata tidak sesuai.
Kaesang lalu menjelaskan bahwa urutan yel-yel seharusnya:
“Gajah?!”
“Kuat, bijak, setia,” jawab kader.
“Gajah?!”
“Hu, hu, hu,” jawab kader.
Untuk membangkitkan semangat, Kaesang meminta kader berdiri dan mengulang yel-yel tersebut hingga benar.
Simbol gajah dalam PSI kini menjadi penanda identitas baru partai tersebut, tercermin pula dalam logo barunya: gajah dari samping dengan belalai mengarah ke atas, berwarna putih, hitam, dan merah.
Sejarah PSI
Pendirian
Tanggal berdiri: 16 November 2014.
Deklarasi resmi: 16 November 2014.
Ketua Umum pertama: Grace Natalie.
Inisiator pendirian: Sekelompok anak muda yang ingin membentuk partai politik baru yang bersih, progresif, dan anti-korupsi.
PSI lahir sebagai partai yang menargetkan generasi muda dan pemilih pemula, serta berkomitmen pada nilai-nilai pluralisme, anti-korupsi, dan kesetaraan gender.