Mantan Presiden Joko Widodo. Jokowi diyakini bisa kembali PPP ke Senayan. (Kolase JL/shutterstock)
JAKARTA, JurnaLodie.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diyakini bisa kembali ke Senayan jika dipimpin oleh mantn Presiden Joko Widodo (Jokowi). Masuk nama Jokowi dalam bursa Ketua Umum PPP menimbulkan sejumlah implikasi menarik, baik dari sisi politik praktis maupun dinamika internal partai.
Pernyataan Ketua Mahkamah PPP, Ade Irfan Pulungan adalah bagian dari upaya besar PPP untuk bertahan hidup secara politik setelah kekalahan berat di Pemilu 2024.
Menggaet Jokowi sebagai Ketua Umum merupakan langkah berani—tapi juga berisiko tinggi.
Jika berhasil, ini bisa menjadi tonggak kebangkitan baru PPP. Jika gagal, bisa makin memperlemah fondasi internal partai.
Berikut ini analisis ringkas terhadap pernyataan Ade Irfan Pulungan dan konteks tersebut dikutip JurnaLodie.com dari Kompas.com:
Jokowi Dinilai Mampu Bawa PPP Kembali ke Senayan
Popularitas dan elektabilitas tinggi. Jokowi masih menjadi salah satu figur politik paling populer di Indonesia, bahkan setelah dua periode menjabat sebagai presiden.
Dukungan publik terhadapnya bisa memberikan efek ekor jas (coattail effect) yang signifikan bagi partai yang dipimpinnya.
Pengalaman politik dan pemerintahan. Dua periode sebagai Presiden, dan sebelumnya menjabat sebagai Wali Kota dan Gubernur DKI Jakarta, membuat Jokowi dipandang sebagai figur yang matang dalam mengelola organisasi dan manuver politik tingkat nasional.
Daya tarik lintas segmen pemilih. Jokowi memiliki daya tarik lintas generasi dan segmen masyarakat, termasuk pemilih muslim moderat yang menjadi basis historis PPP.