Para relawan di posko pasokan dekat bangunan tempat tinggal yang dilalap api di Wang Fuk Court. (Vernon Yuen/Nexpher/ZUMA Press Wire/Shutterstock)
HONG KONG, JurnaLodie.com – Kelompok masyarakat Hong Kong bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran Wang Fuk Court yang menewaskan sedikitnya 128 orang.
Para relawan mengubah restoran, gereja, dan pusat kebugaran di Tai Po menjadi tempat penampungan sementara.
Mereka menyediakan pakaian, makanan, dan informasi bagi warga yang kehilangan rumah dan keluarga.
Mobilisasi relawan ini mengingatkan banyak orang pada dukungan besar saat protes pro-demokrasi pada 2014 dan 2019.
Mantan anggota dewan distrik, Michael Mo, mengatakan ingatan mobilisasi warga masih sangat kuat.
Mengirim Informasi Penghuni yang Hilang
Sebuah aplikasi web berbasis crowdsourced membantu warga menandai diri sebagai aman dan mengirim informasi penghuni yang hilang.
Situs lain menyediakan peta interaktif lokasi stasiun pasokan dan jadwal shift sukarelawan untuk mempercepat distribusi bantuan.
Berbagai platform penggalangan dana juga mulai aktif, termasuk “Dana Dukungan untuk Pengadilan Wang Fuk” yang menerima dana awal HKD 300 juta dari pemerintah.
Pesan bantuan membanjiri Telegram, dengan kanal khusus pengemudi, asisten, dan relawan pemadam kebakaran di Tai Po.
Daftar kebutuhan seperti meja lipat, kasur, dan perlengkapan kebersihan diperbarui setiap jam oleh para relawan.
Banyak grup sudah memiliki ribuan anggota dan terus berkembang sejak tragedi terjadi.
Palang Merah Hong Kong mengatakan persediaan darah aman untuk 10 hari, namun meminta warga tetap membuat janji donasi.
Kelompok pengacara Hong Kong juga mengajak relawan membantu korban memahami hak sewa dan masalah hukum lainnya.