Infografis produksi teh. Hari ini 21 Mei 2025 diperingati sebagai Hari Teh Internasional, sebuah perayaan yang sarat akan nilai budaya, ekonomi, dan kenyamanan. (Kolase JL/Al Jazeera)
JurnaLodie.com – Hari ini 21 Mei 2025 diperingati sebagai Hari Teh Internasional, sebuah perayaan yang sarat akan nilai budaya, ekonomi, dan kenyamanan.
Hari ini ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghormati peran penting teh dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia.
Minuman Paling Populer di Dunia (Setelah Air)
Dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera, teh bukan sekadar minuman—ia adalah minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi di dunia setelah air, mengalahkan kopi dan bir.
Dari dapur sederhana di Inggris hingga biara di pegunungan Tibet, teh adalah ritual harian yang menyatukan orang dalam momen kehangatan, keramahan, dan kebersamaan.
Dari Po Cha hingga Teh Sarapan Inggris
Apakah itu po cha Tibet (teh mentega), masala chai India, atau teh sarapan khas Inggris, teh memainkan peran simbolis dan sosial dalam banyak budaya. Ia menjadi simbol penyambutan, penghangat tubuh, dan teman bicara yang setia.
Dari Mana Asalnya?
Meski asal-usul pastinya masih diperdebatkan, teh diyakini pertama kali dikonsumsi di Tiongkok lebih dari 5.000 tahun yang lalu, dengan akar sejarah yang juga menjalar ke northeast India dan Myanmar utara. Kini, teh menjadi sumber penghidupan bagi jutaan petani di daerah tropis dan subtropis.
Cara Mengucapkan “Teh” di Seluruh Dunia
Hampir semua bahasa di dunia menggunakan variasi dari dua kata dasar untuk teh: “cha” dan “te”.
Cha: Mandarin (茶, chá), Hindi (चाय, chāi), Arab (شاي, shāy), Turki (çay)
Te: Inggris (tea), Prancis (thé), Spanyol (té), Jerman (tee)
Perbedaan ini mengikuti jalur perdagangan kuno—“cha” menyebar lewat Jalur Sutra darat, sedangkan “te” menyebar lewat jalur laut.