Infografis. Gempa bumi bermagnitudo 5,0 mengguncang wilayah Tenggara Nias Selatan pada Selasa (02/12/2025). (BMKG)
Kedalaman 31 km tergolong menengah-dangkal—cukup dangkal sehingga getaran dapat dirasakan pada jarak puluhan hingga ratusan kilometer, namun tidak cukup besar untuk kerusakan luas pada M5,0.
Menggunakan pendekatan empiris log10(E[J]) ≈ 1.5·M + 4.8 menghasilkan:
log10(E) ≈ 12.3 → E ≈ 2,0 × 10¹² joule.
Artinya energi yang dilepaskan setara dengan beberapa ratus ton TNT (perkiraan kasar).
Intesitas dan Distribusi Guncangan
MMI III (Sibolga, Humbang Hasundutan): getaran dirasakan di dalam ruangan, perabot bergoyang ringan, banyak yang terjaga.
MMI II (Nias Barat): getaran lemah, hanya beberapa orang merasakan.
Berdasarkan magnitudo dan kedalaman, pola intensitas yang dilaporkan konsisten — terasa lebih kuat di pesisir barat Sumatra utara dan melemah ke arah daratan yang lebih jauh.
Potensi Gempa Susulan
Setelah gempa M5,0, kemungkinan muncul gempa susulan ada, biasanya beberapa hari–minggu.
Besar susulan terbesar cenderung 0,5–1,5 magnitude unit lebih kecil dari gempa utama → perhatikan kemungkinan susulan sampai ~M4–4.5.
Namun kemungkinan susulan mereda secara cepat karena magnitudo utama relatif sedang.
Untuk M5,0 pada kedalaman 31 km, risiko kerusakan struktural luas rendah, kecuali bangunan dengan struktur lemah atau pra-rusak.
Potensi tsunami sangat kecil dan umumnya tidak diharapkan pada gempa ukuran ini, kecuali ada pelepasan vertikal dasar laut yang tidak biasa (kasus yang jarang). BMKG biasanya akan mengonfirmasi jika ada ancaman tsunami — ikuti pernyataan resmi.
Rekomendasi Mitigasi Cepat
Periksa keselamatan diri dan keluarga; pastikan tidak ada korban.
Cek kondisi bangunan: retak besar, pintu yang sulit dibuka, atau kemiringan struktur → bila ada, jauhi bangunan.