Infografis Gempa bumi dengan magnitudo 4,6 mengguncang wilayah Bima dan sekitarnya, Kamis, 29 Januari 2026. (JL/BMKG)
Gempa magnitudo 5,3 (Oktober 2022): juga sempat mengguncang wilayah pantai timur laut Bima, tanpa potensi tsunami.
Beberapa Gempa dalam Beberapa Tahun Terakhir
Gempa M4,8 dan M4,9 yang terjadi pada Januari 2024 dan Januari 2025, terasa di Bima dan Dompu tanpa dampak besar.
Gempa magnitudo 3–4 lebih kecil juga dicatat dirasakan di area Bima melalui data BMKG dan laporan warga.
Wilayah Sumbawa, yang termasuk dekat dengan Bima, memiliki catatan gempa besar di masa lalu:
1977 Sumba earthquake (±8,3): Gempa sangat kuat ini terjadi di selatan Bima dan menghasilkan tsunami yang meluas, dengan korban jiwa dan luka-luka di wilayah Indonesia bagian timur.
Gempa Sumbawa 1954: Catatan USGS juga menunjukkan gempa kuat di wilayah Sumbawa pada pertengahan abad ke-20, yang juga pernah dirasakan di Bima.
Gempa yang Bersifat Tektonik
Wilayah Bima berada dekat zona subduksi dan sistem sesar aktif seperti Flores Back-Arc Thrust dan zona tektonik di Nusa Tenggara Timur serta bagian timur Indonesia.
Pergerakan lempeng ini menghasilkan gempa yang bersifat tektonik – yaitu akibat pergeseran lempeng batuan di bawah permukaan bumi.
Kegiatan sesar inilah yang sering memicu gempa dengan kedalaman dangkal hingga menengah yang dirasakan oleh masyarakat, tetapi kebanyakan tidak memicu tsunami.
Gempa di wilayah Bima dan sekitarnya umumnya tidak jarang terjadi setiap tahun, dengan sebagian besar bersifat tidak besar dan tidak memicu tsunami, namun tetap wajib diwaspadai sebagai bagian dari siklus aktivitas tektonik di Indonesia bagian timur.
(*)