Infografis gempa bumi terasa di wilayah Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, pada Rabu, 21 Januari 2026, dini hari. (JL/BMKG)
- Aktivitas zona subduksi Lempeng Laut Maluku
- Interaksi dengan lempeng Eurasia dan Pasifik
- Sesar-sesar lokal di sekitar perairan Sitaro dan Tagulandang
Gempa ini diduga kuat merupakan gempa tektonik dangkal akibat aktivitas sesar lokal di dasar laut.
Getaran terasa dengan intensitas II–III Skala MMI di Tagulandang. Pada skala ini:
- Getaran terasa oleh sebagian orang di dalam rumah
- Benda ringan dapat bergetar
- Tidak menimbulkan kerusakan struktural
Kondisi ini sesuai dengan karakter gempa bermagnitudo kecil namun dangkal.
Tidak berpotensi tsunami, karena magnitudo kecil dan mekanisme patahan tidak memicu perpindahan massa air besar
Gempa susulan dengan magnitudo kecil masih mungkin terjadi, namun cenderung tidak merusak
Risiko gempa di Kepulauan Sitaro tergolong menengah hingga tinggi secara seismik, namun kejadian ini tidak menunjukkan peningkatan aktivitas berbahaya.
(*)