Infografis gempa bumi 4,4 M utara Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu 17 September 2025 malam. (Kolase JL/BMKG)
Kedalaman 13 km menunjukkan bahwa gempa ini kemungkinan besar berasal dari sesar aktif dangkal (bukan subduksi dalam).
Kemungkinan disebabkan oleh aktivitas sesar lokal di daratan atau laut sekitar Seram bagian barat.
Di wilayah ini terdapat banyak sesar geser dan sesar naik yang aktif, terutama karena kompleksitas interaksi lempeng di wilayah Banda Arc.
III MMI di Piru:
Getaran dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada truk besar lewat. Tidak menyebabkan kerusakan.
Karena magnitudo di bawah 5, dampaknya umumnya terbatas secara spasial (wilayah sekitar episenter).
Potensi tsunami: Tidak ada, karena magnitudo kecil dan kedalaman dangkal.
Gempa dengan kedalaman dangkal seperti ini bisa diikuti oleh gempa susulan (aftershocks), meskipun biasanya bermagnitudo lebih kecil.
Namun, jika ini merupakan bagian dari aktivitas sesar lokal yang belum dipetakan dengan baik, maka penting untuk memantau aktivitas seismik selanjutnya.
(*)