Infografis Topan Fung-wong bergerak mendekati pantai timur negara itu. (Kolase Reuters)
“Setiap kenaikan suhu laut sebesar satu derajat Celsius dapat meningkatkan potensi energi topan hingga 7 persen,” jelas Santos. “Itulah sebabnya kita melihat lebih banyak topan kategori 4 dan 5 dalam satu dekade terakhir dibandingkan dua dekade sebelumnya.”
Data dari World Meteorological Organization (WMO) menunjukkan bahwa Asia Tenggara kini menghadapi rata-rata 18 topan per tahun, meningkat sekitar 15% dibandingkan periode 1990–2010. Tren itu juga disertai kenaikan curah hujan ekstrem, memperbesar risiko banjir dan longsor di kawasan pesisir dan pegunungan.
“Fung-wong bisa menjadi contoh klasik dari badai yang dipicu oleh pemanasan laut di Samudra Pasifik barat,” kata Prof. Hiroshi Tanaka, ahli iklim dari Universitas Tokyo. “Kita mungkin akan melihat lebih banyak badai serupa jika suhu global terus meningkat.”
Langkah Antisipasi dan Peringatan Dini
Pemerintah Filipina telah meningkatkan status siaga di wilayah Bicol, Samar Timur, dan Quezon, dengan tentara dan relawan bencana disiagakan untuk evakuasi massal. Departemen Pertanian juga memperingatkan potensi kerusakan luas pada ladang padi dan kelapa, komoditas utama di kawasan itu.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (NDRRMC) menyatakan telah menyiapkan lebih dari 200 pusat evakuasi dan stok logistik darurat termasuk makanan, air, dan selimut bagi warga terdampak.
“Fung-wong bukan sekadar badai musiman,” kata Letnan Kolonel Armando Cruz dari NDRRMC. “Kami memperlakukannya sebagai ancaman nasional karena potensi dampaknya yang besar terhadap kehidupan dan infrastruktur.”