Pesawat kargo FedEx. Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Sabtu menyatakan pihaknya melarang pesawat MD-11 terbang untuk sementara waktu, sambil menunggu inspeksi, setelah kecelakaan awal pekan ini yang melibatkan pesawat UPS (UPS.N)., membuka tab baruKapal barang MD-11 menewaskan sedikitnya 14 orang di Kentucky. (Kolase Shutterstock)
Poin Utama
- Kebijakan Baru FAA melarang sementara semua penerbangan pesawat McDonnell Douglas MD-11 di AS
- Penyebab Langsung Kecelakaan pesawat UPS MD-11 di Louisville, Kentucky pada 4 November 2025, menewaskan 14 orang
- Masalah Teknis Pesawat kehilangan mesin dan tiang kiri saat lepas landas sebelum jatuh dan terbakar
- Maskapai Terpengaruh UPS menghentikan 26 unit MD-11; FedEx menghentikan 28 unit sementara; total 54 pesawat terdampak
- Langkah FAA Mengharuskan inspeksi darurat mesin dan sistem kendali MD-11 sebelum boleh terbang lagi
- Penyelidikan NTSB Fokus pada riwayat perawatan pesawat di ST Engineering, San Antonio, Texas
- Data Awal Pesawat hanya naik 30 meter, alarm kokpit berbunyi sebelum kehilangan kendali
- Dampak Nasional >1.500 penerbangan dibatalkan dan >6.000 ditunda di seluruh AS
- Krisis SDM Kekurangan pengendali lalu lintas udara akibat penutupan pemerintahan AS (shutdown) selama 39 hari
- Faktor Politik Senat AS belum sepakat membuka pemerintahan; perdebatan soal subsidi kesehatan dan pendanaan transportasi
WASHINGTON, JurnaLodie.com — Badan Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pada Sabtu mengeluarkan larangan terbang sementara bagi seluruh armada pesawat McDonnell Douglas MD-11, menyusul kecelakaan tragis pesawat kargo milik UPS di Kentucky yang menewaskan sedikitnya 14 orang awal pekan ini.
Larangan ini diberlakukan untuk memberi waktu bagi inspeksi darurat terhadap seluruh pesawat tipe serupa. Kecelakaan yang terjadi pada Selasa (4/11) itu melibatkan pesawat yang kehilangan mesin dan tiang kiri saat lepas landas di Bandara Louisville, sebelum jatuh dan terbakar di dekat area bisnis lokal.
“Kondisi ini dapat mengakibatkan hilangnya kelangsungan penerbangan dan pendaratan yang aman,” tulis FAA dalam pernyataannya dikutip Reuters.
Menindaklanjuti arahan tersebut, UPS telah menghentikan sementara pengoperasian 26 pesawat MD-11, atau sekitar 9% dari total armadanya. Sementara itu, FedEx, yang mengoperasikan 28 unit MD-11 dari total 700 pesawat, juga melakukan langkah serupa dan menyiapkan rencana darurat untuk mengurangi gangguan logistik.
Produsen pesawat Boeing, yang mewarisi program MD-11 dari McDonnell Douglas setelah merger tahun 1997, menyatakan dukungan penuh terhadap perintah FAA.
Inspeksi Komprehensif Menunggu Hasil Penyelidikan
FAA diperkirakan akan mewajibkan pemeriksaan menyeluruh terhadap mesin dan menara kendali sebelum pesawat MD-11 diizinkan kembali mengudara.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) mengatakan, penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki, termasuk riwayat perawatan pesawat yang sempat berada di fasilitas ST Engineering di San Antonio, Texas, beberapa minggu sebelum insiden.