Para pemain dan staf Curaçao menunjukkan kegembiraan mereka setelah hasil imbang tanpa gol melawan Jamaika yang memastikan tempat mereka di Amerika Utara pada tahun 2026. (Kolase Gilbert Bellamy/Reuters)
Selain itu, ia merasa pencapaian ini memiliki makna spiritual bagi keluarganya.
Sayangnya, Advocaat absen di Kingston karena urusan keluarga.
Namun, ia sudah membangun sistem tim yang lebih profesional.
Selain itu, ia menanamkan mental pantang kalah pada skuadnya.
Advocaat telah melatih banyak tim nasional sebelumnya.
Ia memimpin Belanda, UEA, Korea Selatan, Belgia, Rusia, Serbia, dan Irak.
Selain itu, ia membawa warisan pengalaman yang sangat luas.
Pemain diaspora menjadi bagian penting strategi Curaçao.
Advocaat mengintegrasikan banyak pemain keturunan dari Belanda.
Selain itu, sebagian besar skuad bahkan lahir di Belanda.
Kualitas pemain juga sangat kuat.
Obispo dan Locadia pernah bermain di Liga Champions.
Selain itu, Tahith Chong menjadi satu-satunya pemain kelahiran Curaçao.
Memperkuat Klub Inggris dan Belanda
Beberapa pemain muda lain memperkuat klub Inggris dan Belanda.
Kombinasi pengalaman dan talenta muda memperkuat skuad.
Selain itu, gaya bermain mereka berkembang pesat sepanjang kualifikasi.
Curaçao menjalani kampanye kualifikasi luar biasa.
Mereka meraih rekor sempurna di fase grup pertama.
Selain itu, kemenangan 7-0 atas Bermuda meningkatkan kepercayaan diri tim.
Ketegangan terjadi ketika Jamaika mendapat penalti pada injury time.
Namun, VAR membatalkan keputusan tersebut.
Selain itu, peluit akhir menegaskan lolosnya Curaçao ke Piala Dunia.
“Ini adalah takdir,” kata Gorré penuh emosi dikutip Guardian, Kamis 20 November 2025.
Ia merasa seluruh mimpi tim akhirnya terwujud.
Selain itu, ia menyebut lolosnya Curaçao sebagai mukjizat sepak bola modern.