Para pemain dan staf Curaçao menunjukkan kegembiraan mereka setelah hasil imbang tanpa gol melawan Jamaika yang memastikan tempat mereka di Amerika Utara pada tahun 2026. (Kolase Gilbert Bellamy/Reuters)
JurnaLodie.com – Curaçao menulis sejarah besar dalam dunia sepak bola. Selain itu, negara kecil di Karibia ini resmi lolos ke Piala Dunia 2026.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian terbesar sepanjang perjalanan sepak bola mereka.
Penunjukan Dick Advocaat sebagai pelatih membawa perubahan besar.
Ia menunda bekerja hingga Januari 2024 karena masalah finansial.
Namun, keputusan itu akhirnya membuka jalan menuju kesuksesan historis.
Bermain Imbang 0-0 di Jamaika
Curaçao memastikan tiket setelah bermain imbang 0-0 di Jamaika.
Pulau berpenduduk 156.000 orang itu kini menjadi negara terkecil yang lolos.
Selain itu, mereka memecahkan rekor Islandia yang memiliki populasi lebih besar.
“Ini adalah ketidakmungkinan yang menjadi mungkin,” kata Kenji Gorré.
Ia menegaskan bahwa lolosnya Curaçao benar-benar di luar dugaan.
Selain itu, ia menyebut pencapaian ini sebagai sesuatu yang menakjubkan.
Advocaat sadar ia akan berusia 78 tahun pada saat turnamen.
Namun, ia tetap menerima tugas besar tersebut.
Selain itu, ia berpotensi menjadi pelatih tertua sepanjang sejarah Piala Dunia.
Gorré memuji pengalaman Advocaat yang sangat berpengaruh.
Ia menyebut pelatihnya membawa keyakinan dan disiplin kuat.
Selain itu, skuad menilai kehadiran Advocaat sebagai kunci utama perubahan.
Curaçao juga mempertahankan unsur lokal dalam staf kepelatihan.
Dean Gorré tetap membantu tim sebagai staf penting.
Selain itu, ia menjadi figur penting bagi para pemain muda.
Gorré mengaku sangat bangga berada di Piala Dunia bersama ayahnya.
Perjalanan Kariernya Penuh Keajaiban
Ia menilai perjalanan kariernya dipenuhi keajaiban.