Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). (JL/BMKG)
OMC Terbukti Tekan Curah Hujan
Untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana, BMKG bersama BNPB terus mengaktifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Berdasarkan evaluasi, OMC terbukti efektif menurunkan intensitas curah hujan hingga 23,35% di Aceh, 15,48% di Sumatra Utara, dan 20,23% di Sumatra Barat.
Imbauan BMKG Hadapi Cuaca Nataru
Menghadapi periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BMKG merekomendasikan masyarakat untuk tetap tenang.
Namun waspada terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, banjir, dan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan pesisir.
Masyarakat juga perlu berhati-hati dalam merencanakan perjalanan darat, laut, dan udara, serta aktivitas wisata luar ruangan, khususnya saat malam pergantian tahun.
Untuk mendapatkan informasi terkini, BMKG mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi InfoBMKG.
Informasi menyajikan pembaruan cuaca secara real-time melalui ribuan sensor dan radar di seluruh Indonesia.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa informasi cuaca yang disampaikan BMKG selama periode Nataru.
Ini bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan sebagai rujukan mitigasi risiko bencana.
“Informasi BMKG penting agar masyarakat dapat mengenali potensi risiko di lokasi aktivitasnya.
Cuaca tidak untuk menghalangi masyarakat menikmati akhir tahun bersama keluarga. Namun saat beraktivitas di luar ruangan, kenali jalur evakuasi, titik kumpul, dan selalu update informasi cuaca,” katnya.
(*)