Gedung terbakar di Ternopil, Ukraina barat. Para pejabat AS dan Rusia diam-diam menyusun rencana baru untuk mengakhiri perang di Ukraina. (Kolase Layanan Darurat Ukraina/AFP/Getty Images)
WASHINGTON, JurnaLodie.com – Para pejabat AS dan Rusia diam-diam menyusun rencana baru untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Selain itu, rencana tersebut mengharuskan Kyiv menyerahkan wilayah dan mengurangi kekuatan militernya.
Menurut laporan Guardian pada Kamis 20 November 2025, rencana itu disusun oleh utusan Donald Trump, Steve Witkoff, dan penasihat Kremlin, Kirill Dmitriev.
Keduanya membentuk saluran komunikasi tidak resmi antara Washington dan Moskow.
Namun, belum jelas apakah pemerintahan Trump mendukung rencana tersebut.
Beberapa laporan menyebut proposal itu akan memaksa konsesi berat bagi Ukraina.
Financial Times melaporkan rencana itu menuntut Ukraina menyerahkan wilayah di timur negaranya.
Selain itu, rencana tersebut mengharuskan Ukraina mengurangi separuh ukuran militernya.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, sebelumnya menolak syarat tersebut.
Ia menyebut tuntutan itu mustahil diterima Kyiv.
Proposal 28 poin itu pertama kali dilaporkan oleh Axios. Gedung Putih belum memberi komentar terkait dokumen tersebut.
Washington beberapa kali menyatakan bahwa kesepakatan damai hampir tercapai.
Tetapi, usulan yang ada selalu memberi keuntungan besar bagi Rusia.
Perdamaian Butuhkan Konsesi Sulit
Pada Rabu malam, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa perdamaian membutuhkan konsesi sulit dari kedua pihak.
Ia menyebut Amerika terus menyiapkan berbagai opsi penyelesaian perang.
Sementara itu, Rusia melancarkan serangan besar di Ukraina barat.
Serangan itu menghantam bangunan apartemen di Ternopil dan fasilitas energi di Ivano-Frankivsk serta Lviv.