Ilustrasi. Gangguan besar pada jaringan Cloudflare menyebabkan layanan global seperti X, Canva, dan ChatGPT tumbang serentak pada Selasa malam (18/11/2025). (Tangkapan layar JL)
Dalam wawancara dengan The Guardian, Woodward menjelaskan bahwa Cloudflare bekerja layaknya penjaga gerbang internet, yang menahan serangan DDoS dan memverifikasi aktivitas pengguna.
Ia juga menilai kecil kemungkinan gangguan kali ini merupakan serangan siber, karena layanan sebesar Cloudflare hampir pasti tidak bertumpu pada satu titik kegagalan.
Tekanan Infrastruktur Meningkat
Analis Emarketer, Jacob Bourne, menyebut gangguan semacam ini kini terjadi lebih sering, sementara proses pemulihannya semakin lama.
Menurutnya, tekanan infrastruktur meningkat seiring lonjakan penggunaan kecerdasan buatan (AI), layanan streaming, hingga jaringan usang yang tidak lagi memadai.
Fenomena ini kembali mengungkap rapuhnya sistem internet global. “Ketika salah satunya gagal, dampaknya terlihat dengan sangat jelas,” kata Woodward.
Sarah Kreps, Direktur Cornell University Tech Policy Institute, menekankan bahwa gangguan Cloudflare ini menyoroti peran infrastruktur yang jarang disorot dalam era AI.
“Investasi triliunan dolar dalam AI hanya seandal infrastruktur pihak ketiga yang jarang diperhatikan,” ujarnya.
Dane Knecht memastikan Cloudflare akan merilis laporan lengkap mengenai penyebab gangguan dan menjanjikan langkah pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.
Sementara itu, Reuters melaporkan bahwa X dan OpenAI—pembuat ChatGPT—tidak merespons permintaan komentar terkait insiden tersebut.
(*)