Dalam foto yang disediakan oleh layanan pers Brigade Mekanik ke-65 Ukraina, prajurit Ukraina menghadiri pelatihan militer di wilayah Zaporizhzhia, Ukraina, Senin, 26 Mei 2025. Ukraina mengajukan memorandum gencatan senjata pada 27 Mei, sebagai tindak lanjut dari proposal Rusia dalam pertemuan di Istanbul (Kolase JL/Andriy Andriyenko/Brigade Mekanik ke-65 Ukraina/AP)
KYIV, JurnaLodie.com – Ukraina mengajukan memorandum gencatan senjata pada 27 Mei, sebagai tindak lanjut dari proposal Rusia dalam pertemuan di Istanbul (16 Mei).
Hingga 29 Mei, Rusia belum memberikan tanggapan tertulis terhadap memorandum tersebut.
Berikut perkembangan terkini konflik Ukraina-Rusia dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera:
Vatikan menawarkan diri sebagai tuan rumah perundingan lanjutan, tetapi Rusia lebih memilih Istanbul, dengan alasan perbedaan keagamaan antara Katolik dan Ortodoks.
Rusia menuntut agar “akar penyebab” konflik diselesaikan, yaitu:
Pemisahan Gereja Ukraina dari Patriarkat Moskow
Penggunaan bahasa Rusia di Ukraina
Dugaan ilegalitas pemerintahan Zelenskyy, meskipun parlemen Ukraina telah memperpanjang masa jabatannya sesuai konstitusi dalam kondisi darurat.
Eskalasai Militer Membayangi Diplomasi:
- 24–26 Mei: Rusia meluncurkan serangan udara terbesar terhadap kota-kota di Ukraina:
- Lebih dari 900 drone kamikaze dan 92 rudal
- Sedikitnya 16 warga sipil tewas
Ukraina membalas dengan 800 drone menyerang infrastruktur militer di dalam wilayah Rusia.
Rusia kini menerbangkan drone pada ketinggian lebih dari 2 km dan memanfaatkan sinyal internet Ukraina agar tak bisa dijamming.
Serangan Darat:
Rusia mengklaim merebut 6 permukiman di wilayah Sumy, Kharkiv, dan Donetsk
Putin menyatakan akan membentuk zona penyangga di wilayah Ukraina (Sumy) untuk mengamankan perbatasan.
Pertukaran Tahanan vs Serangan Besar:
Meski pertempuran sengit, terjadi pertukaran 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak selama tiga hari berturut-turut.
Tindakan ini awalnya memberi harapan, namun segera dipudarkan oleh serangan udara besar-besaran Rusia.
Respons Negara-Negara Barat: