Pohon Natal Betlehem menyalakan setelah dua tahun kegelapan akibat perang Gaza dan tekanan ekonomi. (JL/Monjed Jadou/Al Jazeera)
BETLEHEM, JurnaLodie.com – Betlehem menyalakan pohon Natal setelah dua tahun kegelapan akibat perang Gaza dan tekanan ekonomi.
Pohon Natal kembali menyala di Betlehem dan memberi harapan baru bagi warga Palestina yang hidup di bawah pengepungan Israel.
Cahaya pohon besar di Manger Square memecah kesunyian panjang yang menutupi kota kelahiran Yesus.
Ribuan warga berkumpul dan menyanyikan himne saat lampu dinyalakan. Perayaan tetap sederhana karena warga mengingat korban dan kehancuran di Gaza.
Pendeta Munther Isaac mengatakan perayaan membawa harapan dan kesedihan. Ia menegaskan warga Palestina tetap bertahan dan terus mencintai kehidupan.
Berdasarkan laporan Aljazeera, Wali Kota Bethlehem Maher N Canawati mengatakan kota ingin menghidupkan kembali harapan bagi warga Palestina.
Ia menegaskan Bethlehem aman dan terbuka untuk peziarah dunia.
Paus Leo Mendukung Rakyat Palestina
Canawati menyampaikan pesan Paus Leo XIV yang mendukung rakyat Palestina dan mengajak Gaza tetap kuat. Ia meminta wisatawan mengunjungi Bethlehem sebagai bentuk solidaritas.
Ekonomi Bethlehem tetap tertekan karena penutupan Israel dan runtuhnya pariwisata. Banyak pengrajin kehilangan pendapatan selama dua tahun terakhir.
Adrian Habibeh berharap pariwisata pulih setelah lampu Natal kembali menyala.
Warga dari berbagai kota datang meski harus melewati pos pemeriksaan. Yara Khalil dari Ramallah mengatakan kebahagiaan dan kecemasan hadir bersamaan.
Kamar Dagang Bethlehem membawa warga Palestina dari kota-kota Israel untuk mendukung ekonomi lokal. Samir Hazboun memperkirakan ribuan pengunjung akan datang hingga akhir tahun.