Waktu menonton layar yang terlalu lama dapat menyebabkan strabismus atau mata juling sementara atau kondisi yang memerlukan perawatan. (Kolase JL/Shutterstock)
JurnaLodie.com – Mata juling atau strabismus ternyata tidak hanya menyerang anak-anak. Kondisi ini juga dapat muncul pada orang dewasa akibat stroke, tumor, atau gangguan saraf. Kondisi tersebut dapat menimbulkan penglihatan ganda dan menurunkan rasa percaya diri.
Strabismus terjadi ketika kedua mata tidak fokus pada titik yang sama. Satu mata melihat lurus, sementara mata lain bergerak ke dalam, luar, atau atas. Pakar menegaskan bahwa kondisi ini merupakan masalah medis yang melibatkan proses visual di otak.
“Strabismus relatif umum,” kata Dr. Yonina Ron. Ia menyebut kondisi ini memengaruhi hingga 4 persen anak dan dapat muncul saat dewasa.
Strabismus tidak hanya berdampak pada penampilan. Kondisi ini juga mengganggu otak dalam memproses gambar. Mata dapat saling bersaing sehingga memicu mata malas atau penglihatan ganda.
Penglihatan Ganda
Pada anak-anak, otak masih mudah beradaptasi. Namun, jika satu mata terus berputar, orang tua harus segera memeriksakan anak. Penggunaan kacamata sering membantu mengoreksi masalah yang dipicu gangguan penglihatan.
Pemeriksaan rutin penting karena dokter dapat melihat tanda awal sebelum kondisi berkembang. Waktu layar yang meningkat juga membuat anak rentan mengalami gangguan fokus dan gejala strabismus.
Strabismus dapat berkembang tiba-tiba pada orang dewasa. Trauma, stroke atau gangguan saraf sering memicu penglihatan ganda yang tidak hilang tanpa perawatan medis.
Masalah ini sering menurunkan rasa percaya diri pasien. Banyak orang dewasa mengaku kesulitan bersosialisasi atau bekerja karena kondisi tersebut. Karena itu, operasi strabismus tidak dianggap kosmetik semata, tetapi prosedur medis penting.