Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Amerika Serikat memberi tahu sekutu NATO bahwa Ukraina menghadapi risiko lebih buruk jika Zelenskyy menolak perjanjian damai yang dibahas dengan Rusia. (Tangkapan layar Guardian)
KYEV, JurnaLodie.com – Amerika Serikat memberi tahu sekutu NATO bahwa Ukraina menghadapi risiko lebih buruk jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menolak perjanjian damai yang dibahas dengan Rusia.
AS memberi tahu NATO bahwa Ukraina akan menghadapi risiko lebih buruk jika Zelenskyy menolak perjanjian damai.
Pejabat AS menyampaikan pesan tegas itu dalam pertemuan bersama para duta besar NATO di Kyiv.
Pejabat Angkatan Darat AS Dan Driscoll menegaskan perjanjian harus selesai lebih cepat daripada lambat demi stabilitas kawasan.
Ia mengatakan tidak ada kesepakatan sempurna, namun proses harus bergerak cepat sebelum situasi memburuk bagi Ukraina.
Menurut laporan The Guardian pada Sabtu 22 November 2025, sumber diplomatik menyebut suasana pertemuan muram karena banyak duta besar Eropa mempertanyakan isi kesepakatan.
Menyoroti Cara AS Bernegosiasi dengan Rusia
Mereka juga menyoroti cara AS bernegosiasi dengan Rusia tanpa memberi pembaruan menyeluruh kepada sekutu.
Sumber itu menyebut pertemuan terasa seperti mimpi buruk karena Zelenskyy dianggap tidak punya kartu tawar kuat.
Draf kesepakatan memuat syarat berat, termasuk penyerahan wilayah yang diduduki Rusia dan wilayah yang masih dikuasai Kyiv.
Ketentuan lain memuat amnesti bagi kejahatan perang, yang membuat Kyiv semakin keberatan menerima rancangan ini.
Pada Jumat malam, Zelenskyy mengatakan Ukraina menghadapi salah satu momen tersulit dalam sejarah negara mereka.
Ia menyebut Ukraina harus memilih antara kehilangan martabat atau kehilangan sekutu penting yang mendukung perjuangan.