Infografis gempa magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Pesisir Selatan pada Kamis, 21 November 2025, pukul 12.15 WIB. (Kolase BMKG)
PALEMBANG, JurnaLodie.com – Gempa magnitudo 4,4 mengguncang wilayah Pesisir Selatan pada Kamis, 21 November 2025, pukul 12.15 WIB.
Pusat gempa berada di laut, berjarak 37 km barat daya Pesisir Selatan.
BMKG mencatat gempa terjadi pada kedalaman 25 km. Selain itu, gempa muncul di koordinat 2,09 LS dan 100,60 BT.
Namun, getaran gempa terasa cukup kuat di beberapa wilayah. Warga Pesisir Selatan merasakan guncangan pada skala MMI III-IV.
Sementara itu, warga Tua Pejat merasakan guncangan MMI II-III. Selanjutnya, guncangan serupa juga dirasakan warga Solok Selatan.
Meskipun demikian, BMKG belum melaporkan adanya potensi tsunami.
Selain itu, belum ada laporan kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.
BMKG mengimbau warga tetap tenang dan terus memperbarui informasi resmi.
Analisis Gempa
- Ringkasan
Gempa magnitudo 4,4 dengan pusat 37 km barat daya Pesisir Selatan.
Kedalaman 25 km; ini termasuk kategori dangkal.
Getaran terasa MMI III–IV di Pesisir Selatan, II–III di Tua Pejat dan Solok Selatan.
- Interpretasi teknis — sumber dan gaya gempa
Karena episentrum di laut dekat pantai dan kedalaman 25 km, gempa kemungkinan besar berasal dari patahan kerak dangkal atau interaksi lempeng di zona subduksi Sumatra.
Oleh karena itu, guncangan lokal bisa lebih nyata daripada gempa yang lebih dalam dengan magnitudo setara.
Namun, magnitudo 4,4 relatif kecil, sehingga mekanisme sumber kemungkinan terbatas skala lokal.
- Dampak dan apa arti skala MMI yang dilaporkan
MMI II–III: getaran dirasakan oleh orang di dalam ruangan; benda gantung bergoyang.
MMI III–IV: banyak orang merasakan, beberapa panik; barang ringan bergeser; kerusakan struktural tidak mungkin pada bangunan yang baik.