Presiden Donald Trump dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman berpose untuk foto di Pusat Konferensi Internasional Raja Abdulaziz di Riyadh, Arab Saudi, 13 Mei 2025. (Kolase JL/Alex Brandon/AP)
RIYADH, JurnaLodie.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump disambut meriah dalam kunjungan kenegaraannya ke Arab Saudi oleh puluhan pemimpin bisnis Amerika terkemuka yang diundang langsung oleh pemerintah Saudi.
Dikutip JurnaLodie.com dari Al Jazeera, acara mewah ini, termasuk makan siang dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, menjadi ajang pertunjukan kekuatan ekonomi dan diplomatik.
Siapa Saja yang Hadir?
- Elon Musk dan saudaranya Kimbal
- CEO Google, OpenAI (Sam Altman), NVIDIA, Uber, BlackRock, Blackstone
- Patrick Soon-Shiong (pemilik LA Times)
- Tokoh Wall Street seperti Larry Fink (BlackRock) dan Stephen Schwarzman (Blackstone)
Wali Kota Miami Francis Suarez (yang disebut tertarik menjadi Duta Besar AS untuk Arab Saudi)
Tujuan Kunjungan
Trump dan pemerintahannya menekankan bahwa fokus utama perjalanan ini adalah memperluas investasi dan hubungan bisnis Amerika. Arab Saudi mendukung ambisi ini, dengan pengumuman investasi besar-besaran:
- $600 miliar total investasi dari Arab Saudi ke AS dan perusahaan-perusahaan Amerika
- Termasuk $142 miliar untuk pembelian senjata dan peralatan militer dari lebih dari selusin kontraktor pertahanan AS
- Perusahaan teknologi seperti Google, Oracle, AMD, Uber, dan Salesforce berkomitmen $80 miliar untuk proyek AI dan cloud di Arab Saudi
- NVIDIA akan membangun pabrik AI masa depan di kerajaan tersebut
Kontroversi dan Kritik
Banyak tokoh bisnis yang dulunya mengkritik Trump kini terlihat berusaha mendekatinya
Trump dituduh memanfaatkan posisi politik untuk memperluas kepentingan bisnis pribadi, termasuk menerima jet pribadi senilai $400 juta dari Qatar untuk “perpustakaan kepresidenan”-nya.
Kelompok pengawas seperti Citizens for Responsibility in Washington menilai ini contoh nyata bagaimana sektor swasta dan pemerintah asing mencoba memengaruhi presiden.
Reid Hoffman (pendiri LinkedIn dan donor Demokrat) awalnya tercantum dalam daftar tamu, tetapi tidak hadir.
Wali Kota Miami Suarez hadir, diduga untuk memperluas jaringan dan peluang karier diplomatiknya.
(*)