TEHERAN, JurnaLodie.com – Israel melanjutkan serangan udara ke fasilitas nuklir Iran, termasuk reaktor berat‑air Arak dan situs yang lebih dalam seperti Fordow, tanpa menunggu persetujuan AS.
Iran membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel, dengan dampak besar di Soroka Hospital, Beersheba, yang menyebabkan ratusan luka, serta serangan ke area sipil lainnya
Iran melaporkan 639 tewas, termasuk ilmuwan dan petinggi militer menurut HRANA
Di Israel, puluhan warga sipil tewas dan 240+ orang luka-luka, sebagian besar di Soroka Hospital .
Banyak warga sipil—Iran dan Israel—tetap berada dalam tekanan, ada kepanikan, evakuasi, dan kerusakan fasilitas kesehatan.
Dampak Ekonomi & Energi
Dikutip JurnaLodie.com dari NYPost.com, harga minyak terus naik: Brent mencapai sekitar US$77.28/barel, naik 3.9 % selama minggu ini, sebagai dampak dari ancaman terhadap jalur pasokan di Selat Hormuz
Pasar saham Asia menunjukkan volatilitas; investor khawatir terhadap konflik lanjutan .
Menlu AS Marco Rubio bertemu dengan mitra Inggris, Perancis, Italia, dan Australia—semuanya sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir .
Eropa (Britania, Prancis, Jerman, UE) dijadwalkan bertemu Menlu Iran di Jenewa untuk upaya de‑eskalasi .
Presiden Donald Trump akan mengambil keputusan dalam 14 hari apakah AS ikut campur secara militer, sementara ia tampak tidak konsisten dan mempertimbangkan opsi diplomatik
Kondisi terkini
- Militer (Israel)
Mengincar semua situs nuklir Iran, termasuk Fordow, Arak
- Militer (Iran)
Serangan balasan ke Israel termasuk fasilitas medis
- Korban
639 di Iran, puluhan tewas & ratusan luka di Israel
- Energi & Ekonomi
Harga minyak tinggi, pasar mencermati kerentanan
- Diplomasi
Tekanan besar dari AS & Eropa, jendela diplomatik terbuka
Keputusan AS Trump akan putuskan dalam dua minggu; strategi belum jelas
Kecenderungan Ke Depan
Jika AS tetap netral atau tidak campur, kemungkinan Israel akan memperluas serangan terhadap situs nuklir Iran—risiko eskalasi terus meningkat.
Perundingan internasional (dari Eropa hingga dialog AS‑Iran) dianggap sebagai “window” krusial untuk meredam konflik
Situasi sipil bisa terus memburuk tanpa intervensi kemanusiaan nyata.
Perkembangan hari ini menunjukkan konflik telah masuk fase militer terbuka, disertai tekanan diplomatik global dan ketidakpastian peran Amerika. Keputusan Trump dan upaya Eropa menjadi kunci arah selanjutnya.
(*)